Sukses

Parenting

7 Gejala Gagal Ginjal pada Anak yang Penting untuk Diwaspadai

Fimela.com, Jakarta Baru-baru ini ramai di media sosial yang menyebut adanya anak-anak yang ramai cuci darah di salah satu rumah sakit di Jakarta. Pasalnya, anak-anak ini harus cuci darah secara rutin karena masalah kesehatan berupa gagal ginjal akut. Ada yang menyebut kasus ini sebagai dampak dari pola hidup yang tak sehat. Lantas, apakah benar gagal ginjal pada anak bisa terjadi karena pola hidup saja? 

Pola hidup memang erat kaitannya dengan kesehatan seseorang tak terkecuali anak-anak. Konsumsi minuman kemasan secara berlebihan, konsumsi makanan cepat saji terus menerus dan kurangnya menjaga kesehatan seperti kebiasaan begadang, jarang olahraga atau semacamnya, bisa meningkatkan masalah gagal ginjal. Ini bahkan bisa meningkatkan risiko diabetes, masalah jantung dan penyakit kardivaskular lainnya di usia yang masih sangat belia. Penting bagi orangtua untuk menerapkan pola hidup sehat pada anak agar mereka lebih sehat secara fisik pun psikis. Penting juga bagi orangtua untuk mengetahui berbagai gejala yang memungkinkan anak mengalami masalah kesehatan. Termasuk masalah gagal ginjal

Di bawah ini ada beberapa gejala gagal ginjal pada anak yang penting diketahui dan diwaspadai oleh orangtua. Apa saja? Mari simak baik-baik. 

Pembengkakan (Edema)

Gejala ini berupa pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, atau perut akibat penumpukan cairan. Ini bisa menjadi tanda bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik dalam mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh. Meski begitu, gejala ini bisa saja sebagai gejala masalah kesehatan lain. Jika Mom menemukan gejala kesehatan yang tak biasa pada anak, jangan ragu untuk segera memeriksakan kesehatannya ke klinik atau dokter ahlinya. 

 

Perubahan dalam Frekuensi dan Warna Urine

Gejala selanjutnya dari gagal ginjal anak akan tampak dari urinenya. Anak mungkin buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbusa. Ginjal yang sehat membantu dalam mengatur jumlah urine dan membuang limbah dari tubuh. Perubahan ini bisa menunjukkan adanya masalah.

 

Kelelahan dan Kelemahan

Anak yang tampak lelah, lesu, dan kurang energi bisa menunjukkan bahwa ia mengalami masalah kesehatan khusus. Ini juga bisa menunjukkan ketika anak kemungkinan mengalami gagal ginjal. Akumulasi limbah dan cairan dalam tubuh, bisa menyebabkan kelelahan dan kelemahan yang tidak biasa pada seseorang khususnya anak-anak.

 

Penurunan Nafsu Makan dan Mual

Pada anak yang mengalami masalah kesehatan termasuk gagal ginjal, besar kemungkinan akan kehilangan minat pada makanan. Ia bahkan rentan mengalami mual, atau muntah setiap kali hendak makan. Kondisi ini bisa terjadi karena ginjal yang tidak berfungsi baik. Akibatnya ini menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh yang mempengaruhi nafsu makan dan menyebabkan mual berlebih. 

 

Nyeri Punggung dan Perut

gagal ginjal juga menyebabkan sakit punggung dan perut berlebihan. Nyeri ini biasanya terjadi tanpa dapat dijelaskan penyebabnya. Ini rentan terjadi di punggung bagian bawah atau perut. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada ginjal atau saluran kemih.

 

Mengalami Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah anak lebih tinggi dari normal untuk usianya juga menunjukkan gejala gagal ginjal. Pada dasarnya, ginjal berperan dalam mengatur tekanan darah, dan tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda adanya masalah ginjal.

 

Kulit Pucat dan Gatal

Kulit anak yang tampak lebih pucat dari biasanya dan sering merasa gatal, ini juga mengindikasi anak mengalami masalah pada kesehatan. Bisa jadi ini karena ginjalnya tak berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Semetara itu, ginjal yang tidak berfungsi baik bisa menyebabkan anemia (kulit pucat) dan penumpukan limbah yang menyebabkan gatal-gatal.

Itulah sekian beberapa gejala gagal ginjal pada anak yang penting untuk diwaspadai. Meski tak selalu mengindikasi adanya risiko gagal ginjal, aneka gejala ini tetap perlu diwaspadai karena erat kaitannya dengan kesehatan anak secara keseluruhan. Jika mendapati gejala di atas pada anak, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Deteksi dini dan pengobatan yang cepat akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup anak. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading