Sukses

Lifestyle

Sexual Surrogates? Apa Itu?

Ladies, dorongan seksual tentunya tidak hanya dimiliki oleh orang-orang dengan kondisi fisik dan mental yang sempurna saja, namun juga oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik. Fungsi insting manusiawi dan kebutuhan biologis mereka tetaplah sama seperti orang-orang lain yang tidak memiliki keterbatasan.

Oleh karenanya, di Perancis mulai dikenal adanya praktik illegal sexual surrogates. Sexual surrogates dapat diartikan sebagai donor seksual untuk orang-orang berkebatasan fisik. Adanya praktek ini menimbulkan protes dan perdebatan seru dari berbagai kalangan. Alasan utamanya karena praktek ini tidak ada bedanya dengan praktek prostitusi terselubung dengan kedok kebutuhan medis.

Laman nytimes.com menulis bahwa praktek prostitusi dan sexual surrogates jelas-jelas berbeda. Untuk menjadi sexual surrogates, Anda diharuskan memiliki latar belakang yang jelas untuk menempuh semacam training sebelum akhirnya terjun ke lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa sexual surrogates lebih bermartabat daripada sekadar pekerja seks komersial.

Laetitia Rebord, 31 tahun, adalah salah seorang warga negara Perancis yang menderita penyakit genetik spinal muscular atrophy, yang menyebabkannya harus kehilangan fungsi gerak tubuhnya kecuali jempol tangan kirinya dan otot-otot wajah. Dia mengungkapkan bahwa seseorang yang cacat seperti dia selalu dianggap seperti anak kecil oleh lingkungan sekitar. Oleh karenanya, tidak banyak orang yang menganggap serius kebutuhan seksual untuknya.

Laetitia berharap kebutuhan seksual orang-orang yang seperti dirinya dapat terpenuhi dengan dilegalkannya praktek sexual surrogates. Ia dan banyak orang sepertinya di Perancis merasa bahwa tidak masuk akal bagi pemerintah Perancis untuk tidak melegalkan sexual surrogates, sedangkan praktek prostitusi malah jelas dilegalkan.

Oleh: Mazhi

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading