Sukses

Lifestyle

Berjaga-jaga Terhadap Perilaku Eksibisionis

Hai, Ladies sudah tahukah Anda apa itu eksibisionis? Dari adanya beberapa kasus menyangkut 'tukang pamer' ini di berbagai wilayah publik di Indonesia, ada baiknya Ladies mengikuti sedikit dari laman kutrap.blogspot.com untuk lebih memahami penyimpangan perilaku seksual yang satu ini.

eksibisionis bisa dipahami sebagai sebuah kelainan seksual yang menyebabkan penderitanya merasa perlu mempertontonkan alat kelamin kepada orang lain. Tujuannya, tentu saja, kepuasan pribadi si penderita. Tapi Ladies jangan salah paham ya. 'Unjuk kebolehan' ini hanya alat dan sama sekali bukan sumber kepuasan penderita.

Rasa puas justru diperoleh penderita setelah menyaksikan reaksi orang lain, entah itu takut, malu, jijik atau bahkan muak. Nah, reaksi inilah yang biasanya dijadikan penderita sebagai sumber imaginasi untuk melakukan masturbasi dan mencapai kepuasan seksual.

Penyebab perilaku aneh ini bisa bermacam-macam ya Ladies. Mulai dari rasa malu atau kurang pede, latar belakang keluarga yang terlalu keras terhadap masalah seks, atau kebiasaan pamer yang memang telah terbina sejak kecil dan luput dari perhatian atau pengamatan keluarga. Berbagai hal tersebut bisa membuat si penderita bersikap kurang dewasa dalam menyikapi seks.

Nah, yang membuat penyakit mental ini berbahaya adalah tidak adanya tanda atau ciri tertentu sehingga menjadikannya sulit untuk terdeteksi. Karenanya, menurut lansiran dari laman afilia.blogspot.com, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika bertemu atau menghadapi penderita eksibisionis:

1. Berhati-hati!
Jelas ya Ladies, kapanpun, di manapun, tempat sepi atau ramai, siang atau malam Anda harus tetap waspada.

2. Kenali situasi sekitar
Jika perlu, camkan baik-baik lokasi pos satpam/hansip, warung/toko, atau keramaian lain. Tujuannya supaya Anda bisa segera meminta pertolongan jika membutuhkan.

3. Bersikap normal atau, jika bisa, cuek saja. Atau jika lebih bisa, jangan kabur dan hadapi dengan tenang!
Ingat Ladies, sumber kepuasan penderita justru pada reaksi Anda. Semakin takut atau jijik Anda, bakal main puas si penderita nantinya. Intinya Ladies, jangan membiarkan diri Anda terpancing perilaku penderita.

4. Terakhir, berdoalah demi keselamatan Ladies supaya tidak bertemu denga penderita eksibisionis.

Oleh: Hening

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading