Sukses

Lifestyle

Ini Foto Terakhir Kami Sebelum Ayah Meninggal

Kematian seseorang yang amat kita cintai pasti meninggalkan luka dan duka mendalam. Apalagi jika kepergiannya untuk selama-lamanya itu terjadi secara mendadak. Tak pernah terbayangkan betapa sedih hati kita jika mengalaminya, ya Ladies.

Wadud Abdul, seorang ayah yang berprofesi sebagai guru ini tadinya berencana merayakan ulang tahunnya yang ke-36. Dilansir dari mirror.co.uk, Wadud awalnya berniat merayakan hari ulang tahunnya bersama istri dan kedua anaknya Isa (22 bulan) dan Mya (13 tahun) di Middeton-in-Teesdale. Keluarga bahagia itu pun langsung menyiapkan pesta barbeque saat tiba di tempat wisata tersebut sekitar pukul 14.30. Mereka juga sempat mengambil foto keluarga bersama. Tak lupa Wadud menyempatkan diri membuka kado dan mengirim pesan mengucapkan terima kasih pada rekan-rekannya yang telah mengirimkan kartu ulang tahun. Namun, tak ada yang menyangka kalau beberapa menit kemudian, sebuah tragedi nahas terjadi.

Foto terakhir Wadud bersama keluarganya. | Foto: copyright mirror.co.uk

Wadud lalu tertarik untuk ikut terjun ke sebuah air terjun di County Durham. "Segerombolan orang dari seberang sungai terjun ke dalam air dan Wadud ingin mencobanya juga," jelas Cheryl, sang istri. Cheryl berkata kalau hal tersebut tampaknya aman-aman saja. Putrinya Mya pun berdiri di samping Wadud sebelum akhirnya Wadud terjun. Namun yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan.


Menurut penuturan Cheryl, suaminya tersebut meninggal saat tubuhnya masuk ke dalam air. Tadinya diduga penyebab kematiannya adalah karena tenggelam. Tapi ternyata penyebabnya adalah "sudden immersion" di suhu air yang dingin. "Rupanya air dingin itulah yang membuat ototnya berhenti bekerja dengan baik dan tubuhnya langsung tak berfungsi lagi," papar Cheryl. Semua itu terjadi dengan begitu tiba-tiba.

Kenangan terakhir keluarga. | Foto: copyright mirror.co.uk

Hari yang seharusnya indah dan bahagia itu malah berakhir duka. Kini sosok ayah sekaligus guru yang bekerja di Hadrian School, Newcastle itu telah tiada. Pemakaman Wadud dilangsungkan di Whitley Bay dan dihadiri ratusan orang.

"Kita hanya perlu mengikhlaskan semuanya," kata Cheryl. "Kita tak bisa melakukan apapun atau mencegah hal ini terjadi. Saya merasa rasa pedih karena kehilangan ini akan terus membekas, saya harus bisa belajar menerimanya." Semoga Cheryl dan kedua buah hatinya bisa tetap hidup dengan baik, ya. Meski sulit, mereka masih perlu bertahan untuk menjalani sisa hidup bersama.



 
(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading