Fimela.com, Jakarta Foto-foto telanjang Melania Trump ketika masih menjadi model di majalah dewasa Prancis pada 1995, kini tersebar luas di internet dan muncul pada halaman depan surat kabar New York Post yang diterbitkan pada Minggu, 31 Juli.
BACA JUGA
Advertisement
Pihak surat kabar New York Post pun segera menutupi dengan alasan mengedepannkan perbedaan yang ada. Padahal terpampang jelas foto Melania Trump benar-benar telanjang dan ada kata di bawah halaman tersebut bertuliskan, "Anda tidak pernah melihat wanita potensial seperti ini."
Satu-satunya hal yang lebih mengejutkan lagi dari penutup New York Post, yang muncul dalam edisi akhir nya yaitu foto dari Melania telanjang dengan wanita telanjang lain, yang mengendus leher wanita tersebut.
Menambah keanehan penutup adalah fakta bahwa New York Post sebelumnya telah disahkan Donald Trump pada bulan April. Kemudian, mungkin itu tidak mengejutkan para editor mengenai dukungannya yang menyatakan, "Ketidaktepatan politiknya adalah salah satu atraksi besarnya".
Emily Tamkin, seorang penulis untuk Slate, menyatakan bahwa tidak ada suatu alasan apapun yang membuat sampul depan surat kabar tersebut dapat diterima.
Dia berpendapat, "Seorang wanita harus setuju dengan pengambilan foto telanjang untuk sebuah majalah Eropa dengan satu perjanjian bahwa mereka tidak akan muncul di sampul koran / tabloid sekitar 20 tahun kemudian di bawah judul "Ogle Office" ketika suaminya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden. "
Nampaknya banyak pengguna Twitter yang setuju dengan pendapat Emily. salah satunya dengan kicauan, "Saya terkejut dan marah dengan foto telanjang Melania Trump yang menjadi sampul di The New York Post," tweeted satu pengguna. Lalu ada yang menambahkan "Melihat halaman depan New York Post seperti melihat sampah".