Fimela.com, Jakarta Asam urat adalah produk sampingan yang dihasilkan ketika tubuh memecah purin, senyawa yang terdapat dalam berbagai jenis makanan, termasuk daging merah, seafood, dan minuman beralkohol. Dalam kondisi normal, ginjal bertugas untuk menyaring serta mengeluarkan asam urat melalui urin. Akan tetapi, jika tubuh memproduksi asam urat dalam jumlah yang berlebihan atau ginjal tidak dapat membuangnya dengan efektif, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.
Peningkatan kadar asam urat ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri sendi, pembentukan batu ginjal, kerusakan pada ginjal, serta kondisi peradangan dan kekakuan pada sendi. Selain itu, gangguan metabolisme seperti diabetes dan obesitas juga dapat terjadi, seperti yang dilansir Fimela.com dari Times of India pada Senin, 24 Maret 2025.
Kata para ahli, menjalani pola hidup yang sehat dan memilih makanan yang tepat bisa membantu menurunkan kadar asam urat secara alami. Menurut Harvard Health Publishing, mengonsumsi vitamin C dapat berkontribusi dalam menurunkan kadar asam urat. Di samping itu, penderita asam urat disarankan untuk menambahkan buah jeruk dan makanan yang kaya akan vitamin C ke dalam diet mereka.
Advertisement
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ceri dapat membantu mengurangi frekuensi serangan asam urat serta meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan. Meskipun hasil temuan tersebut belum sepenuhnya konklusif, tidak ada salahnya untuk memasukkan ceri dalam menu harian Anda. Berikut ini adalah lima jenis makanan yang dapat berperan dalam menurunkan kadar asam urat dengan lebih efektif.
Liputan6.com,Jakarta(Liputan6.com)
Advertisement
1. Buah Jeruk
Buah jeruk dikenal kaya akan vitamin C, yang berfungsi untuk menurunkan kadar asam urat dengan cara meningkatkan kemampuan ginjal. Buah ini juga membantu melarutkan kristal asam urat yang terbentuk di persendian, sehingga dapat mencegah terjadinya serangan asam urat. Jeruk, lemon, dan jeruk nipis adalah jenis jeruk yang paling dianjurkan dalam konteks ini.
Lemon sangat efektif dalam menjadikan tubuh lebih alkali, sedangkan jeruk memiliki kandungan vitamin C yang tinggi serta mampu menjaga hidrasi tubuh. Jeruk nipis juga memiliki manfaat baik untuk pencernaan dan berpotensi mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.
Di samping itu, buah jeruk mengandung sitrat alami, yang berfungsi untuk menghindari penumpukan asam urat di ginjal. Dengan demikian, buah ini dapat membantu mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urin, sehingga mengurangi risiko terjadinya batu ginjal.
2. Sayuran yang Memberikan Hidrasi
Sayuran yang memiliki kemampuan untuk menghidrasi, seperti timun, kaya akan air dan rendah purin. Selain itu, sayuran ini juga mengandung berbagai nutrisi penting yang berperan dalam proses pembuangan kelebihan asam urat dari dalam tubuh.
Sayuran lain seperti zukini dan tomat juga berkontribusi dalam mencegah penumpukan asam urat, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya asam urat dan batu ginjal. Dengan mengonsumsi sayuran yang menghidrasi, tubuh dapat menjadi lebih alkali, yang pada gilirannya membantu menetralkan asam urat yang berlebih.
Advertisement
3. Teh Hijau
Teh hijau merupakan salah satu cara alami untuk detoksifikasi yang berfungsi dalam mengatur kadar asam urat. Dengan meningkatkan metabolisme, memperbaiki fungsi ginjal, dan mengurangi peradangan, teh hijau memberikan berbagai manfaat kesehatan.
Kandungan Epigallocatechin Gallate (EGCG) yang terdapat dalam teh hijau adalah antioksidan yang sangat kuat dan berperan dalam mengurangi produksi asam urat. Selain itu, polifenol dalam teh hijau juga berfungsi untuk mengurangi peradangan serta pembengkakan pada sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat. Teh hijau bahkan disebut-sebut memiliki efek alkali yang dapat membantu menetralkan asam urat dalam tubuh.
4. Biji Rami dan Kenari
Biji rami dan kenari adalah dua jenis makanan super yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Biji rami dikenal karena sifat anti-inflamasi dan detoksifikasinya yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara alami.
Dengan mengurangi peradangan pada sendi yang disebabkan oleh asam urat tinggi, biji rami juga berperan dalam mencegah pembentukan kristal pada sendi, sehingga mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Selain itu, biji rami kaya akan lignan dan serat yang mendukung kesehatan ginjal serta membantu mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urin.
Serat larut yang terdapat dalam biji rami juga berfungsi untuk mengikat asam urat di dalam usus, sehingga mencegah penyerapan ke dalam aliran darah. Di sisi lain, kenari juga memberikan dukungan bagi fungsi ginjal, mengurangi peradangan, dan meningkatkan metabolisme. Kenari mengandung mineral penting seperti magnesium dan kalium yang sangat mendukung kesehatan ginjal serta membantu mengeluarkan asam urat berlebih melalui urin.
Advertisement
Saran Ekstra dalam Mengatur Asam Urat
Beberapa individu mungkin memiliki tingkat asam urat yang tinggi dalam darah tanpa menunjukkan gejala apapun. Kondisi ini dikenal sebagai hiperurisemia asimtomatik.
Namun, saat asam urat akut terjadi, gejala akan muncul dengan cepat akibat penumpukan kristal asam urat di area sendi, dan biasanya berlangsung antara 3 hingga 10 hari. Anda mungkin akan merasakan nyeri yang sangat hebat serta pembengkakan, dan sendi yang terkena bisa terasa hangat. Selama periode antara serangan asam urat, Anda tidak akan mengalami gejala apapun.
Apabila asam urat tidak diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi kronis. Dalam keadaan tersebut, benjolan keras yang disebut tofi dapat terbentuk di sendi, kulit, serta jaringan lunak di sekitarnya. Endapan ini berpotensi merusak sendi secara permanen. Oleh karena itu, penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kondisi asam urat menjadi kronis.
Obat-obatan untuk mengatasi asam urat umumnya bekerja dengan dua cara: mengurangi rasa sakit dan meredakan peradangan, atau mencegah terjadinya serangan asam urat di masa mendatang dengan menurunkan kadar asam urat. Penting untuk mendapatkan nasihat dari tenaga medis yang berpengalaman sebelum memulai pengobatan asam urat dalam bentuk apapun.