Fimela.com, Jakarta Sehabis keramas terkadang membuatmu jadi mengantuk. Terlebih jika sehabis seharian beraktivitas. Keramas bukan hanya membuat rambut basah namun juga tubuh yang lebih rileks.
Bukan hal baru jika terdapat peringatan soal tidur dengan rambut basah. Banyak akibat yang bisa ditimbulkan jika tidur dengan rambut basah. Benarkah? Dikutip dari Purewow pada Rabu (10/4/2019) berikut sejumlah mitos dan fakta seputar tidur dengan rambut basah.
1. Bisa membuat sakit
Advertisement
Banyak orang yang mengatakan jika tidur dengan rambut basah akan menimbulkan penyakit. Faktanya, rambut basah tidak ada hubungannya dengan penyakit, seperti flu atau pilek. Flu atau pilek ini disebabkan oleh virus yang tidak ada hubunga dengan suhu atau kelembapan rambut.
Advertisement
Mitos dan fakta tidur dengan rambut basah
2. Membuat rambut rusak
Ini fakta karena rambut berada dalam kondisi paling lemah ketika basah. Artisnya tidur dengan helaian rambut basah berpotensi merusak batang rambut. Ini dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan dan kusut. Para ahli menekankan memang kerusakan pada rambut tidak terjadi dalam waktu singkat. Melainkan jika dilakukan hampir setiap hari.
3. Penumpukkan produk rambut di bantal
Hal tersebut adalah fakta. Di mana sehabis keramas biasanya rambut diberikan beberapa produk, seperti hair tonic atau serum. Jika tidur dalam keadaan rambut basah, bukan tidak mungkin jika produk rambut tersebut akan berpindah ke bantal dan terjadi penumpukkan. Biarkan rambut mengering dan menghilangkannya kelembapannya dengan cepat.
4. Rambut basah dapat menyebabkan bakteri dan jamur
Dr. Hal Weitzbuch yang merupakan seorang dokter kulit menuturkan bahwa hal tersebut merupakan teori tanpa banyak bukti. Namun bukan tidak mungkin jika tidur dengan rambut basah bisa memicu reaksi alergi berupa terbentuknya ketombe di kulit kepala.
Simak video berikut ini
Anjuran keramas di malam hari selain mempersingkat waktu di pagi hari, juga dapat terhindar dari jerawat akibat kotoran rambut.