Mengapa Berat Badan Yo-yo? Penyebab dan Solusi untuk Mencegahnya

Hilda Irach diperbarui 13 Des 2024, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Perubahan berat badan yang cepat sering kali memicu efek yo-yo, di mana penurunan berat badan yang signifikan diikuti oleh kenaikan kembali yang lebih cepat, bahkan lebih tinggi dari berat semula. Fenomena ini terjadi karena tubuh merespons diet ketat dengan cara menyimpan lemak sebagai cadangan energi setelah asupan kalori dibatasi terlalu drastis. Meskipun seseorang dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat, tubuh yang kekurangan energi dan nutrisi penting akan memicu keinginan untuk makan lebih banyak, dan begitu pola makan kembali normal, berat badan akan kembali naik.

Efek yo-yo tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga bisa merusak metabolisme, menurunkan massa otot, dan memperburuk kesehatan mental. Proses ini berulang-ulang dan semakin sulit untuk mencapai penurunan berat badan yang permanen meskipun sudah mengurangi kalori dan berolahraga lebih banyak.

Lalu, bagaimana cara mengatasi perubahan berat badan yang cepat agar tidak terjadi efek yoyo?

 
2 dari 6 halaman

Ubah Pola Pikir, Hindari Diet Ekstrem

Efek yo-yo pada berat badan tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga bisa merusak metabolisme, menurunkan massa otot, dan memperburuk kesehatan mental. [pexels/andreas ayton].

Penurunan berat badan yang sehat bukanlah perlombaan. Fokuslah pada perubahan kecil yang konsisten, seperti mengganti makanan berkalori tinggi dengan yang lebih bernutrisi, dan hindari membatasi asupan secara berlebihan.

3 dari 6 halaman

Makan Seimbang

Efek yo-yo pada berat badan tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga bisa merusak metabolisme, menurunkan massa otot, dan memperburuk kesehatan mental. [pexels/janetrangdoan].

Pastikan asupan harian mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat. Pola makan seimbang memberikan energi yang cukup dan mencegah tubuh merasa "terlalu lapar" yang memicu makan berlebihan.

4 dari 6 halaman

Olahraga Rutin

Efek yo-yo pada berat badan tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga bisa merusak metabolisme, menurunkan massa otot, dan memperburuk kesehatan mental. [pexels/mastercowley].

Aktivitas fisik, seperti jalan cepat, yoga, atau latihan kekuatan, membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga massa otot, yang penting untuk mempertahankan berat badan sehat.

5 dari 6 halaman

Pantau dengan Bijak

Efek yo-yo pada berat badan tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga bisa merusak metabolisme, menurunkan massa otot, dan memperburuk kesehatan mental. [pexels/shvets production].

Gunakan timbangan sebagai alat pengontrol, tetapi jangan terlalu terpaku pada angka. Perubahan berat badan yang sehat biasanya sekitar 0,5–1 kg per minggu.

6 dari 6 halaman

Berikan Waktu untuk Tubuh

Efek yo-yo pada berat badan tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga bisa merusak metabolisme, menurunkan massa otot, dan memperburuk kesehatan mental. [pexels/karolinagrabowska].

Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola hidup baru. Kesabaran adalah kunci agar hasilnya bertahan lama.