Cara agar Bisa Memiliki Anak lagi setelah Vasektomi

Fimela Reporter diperbarui 10 Jul 2023, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Kini vasektomi telah dipercaya sebagai salah satu cara sterilisasi pada pria yang efektif untuk mencegah kehamilan. Dilansir dari medicalnewstoday.com, vasektomi merupakan prosedur pembedahan yang memotong atau menyumbat vas deferens yang menjadi dua saluran yang membawa sperma dari testis ke uretra. Dengan melakukan vasektomi, sperma akan berhenti masuk ke dalam air mani untuk mencegah kehamilan.

Namun, melakukan vasektomi, tidak akan memberi pengaruh pada hasrat seks seseorang dan bahkan mereka masih dapat ejakulasi dan menghasilkan sperma. Selain itu, vasektomi juga merupakan bentuk kontrasepsi pria yang sangat efektif. Dilansir dari verywellfamily.com, terdapat dua teknik yang biasanya digunakan untuk mencapai vas deferens.

Metode pertama yaitu metode sayatan konvensional yang melibatkan sayatan kecil di skrotum untuk mencapai vas deferens, sedangkan metode kedua atau metode tanpa pisau bedah memerlukan pembuatan lubang tusukan kecil di kantung skrotum. Sebuah penelitian menunjukkan metode tanpa pisau membutuhkan waktu operasi yang lebih sedikit dan dapat mengurangi efek samping seperti pendarahan, memar hingga infeksi.

2 dari 3 halaman

Cara agar bisa memiliki anak kembali setelah vasektomi

Ilustrasi Cara Agar Memiliki Anak Kembali Setelah Vasektomi. Foto: copyright unsplash.com/Amr Taha.

Telah menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah kehamilan, apakah memungkinkan bagi seseorang yang mengubah pikiran untuk memiliki anak setelah vasektomi dapat terjadi?

Dilansir dari medicals.com, kehamilan setelah vasektomi memang jarang terjadi, tetapi jika kamu dan pasangan berubah pikiran setelah prosedur dan ingin kembali memiliki anak terdapat dua cara yang dapat dilakukan. 

Pembalikan vasektomi 

Prosedur ini dilakukan dengan cara pembedahan di mana dokter akan membalikkan vasektomi dengan menyambungkan kembali ujung vas deferens yang terputus. Walaupun begitu prosedur pembalikan ini thanya berhasil sekitar 60-80% dan biasanya ideal dilakukan bagi kamu yang telah menjalani vasektomi dalam 12 hingga 15 tahun terakhir. 

Dilansir dari ormfertility.com, pembalikan vasektomi dapat terjadi dengan dua cara yaitu:

Vasovasostomi 

Pada prosedur ini, kedua ujung vas deferens yang terputus akan dijahit kembali menjadi satu. Dengan menyambungkannya kembali, sperma nantinya akan dapat keluar pada air mani kembali. Metode ini dapat menjadi pilihan yang terbaik untuk pasien yang telah menjalani vasektomi dalam sepuluh tahun terakhir karena seiring berjalannya waktu, pembukaan vas deferens dapat mulai tertutup sehingga sulit untuk menyambungkan dan mengembalikan fungsinya kembali.

3 dari 3 halaman

Vasoepididymostomy

ilustrasi Kehamilan. Foto: Shutterstock/aslysun.

Sedikit berbeda dengan Vasovasostomi, prosedur ini akan lebih rumit karena hanya menyambungkan kembali vas deferens yang terputus ke epididimis. Selain itu, melibatkan pemotongan lubang ke dalam epididimis juga membuat Vasoepididymostomy sulit dilakukan dan membutuhkan prosedur khusus.  

Tak hanya pembalikan vasektomi, kamu juga dapat melakukan pengembalian sperma seperti yang dilansir dari medicals.com. Metode ini dapat dilakukan jika pembalikan tidak berhasil karena alasan medis atau pribadi. Metode pengembalian sperma ini dilakukan dengan pembedahan yang menyedot sperma dari vas deferens. Saat melakukan prosedur ini, tentu kamu akan diberikan anestesi lokal atau umum ke area yang dipilih sehingga sperma dapat keluar dan dapat digunakan kembali untuk membuahi sel telur melalui metode IVF. Dilansir dari ormfertility.com, dengan melakukan IVF, sperma dan sel telur akan digabungkan dalam cawan untuk memfasilitasi pembuahan atau melalui injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) yang di mana satu sperma sehat akan diisolasi dan disuntikkan ke dalam sel telur menggunakan jarum kecil. Pada prosedur ini, tingkat keberhasilannya bergantung pada tingkat kesuburan pasangan.

 

*Penulis: Fani Varensia.